Waktu itu Def kira-kira masih berusia kurang dari 2 tahun, jadi mungkin sekitar tahun 2005. Ok, itu artinya 13 tahun sudah berlalu, dan tahun ini ada kesempatan lagi mengunjungi kota ini. Apakah ada yang berubah dari kota ini?
Bedanya kali ini sebelum sampai di kota Bukittinggi, kita mampir dulu makan siang di Benteng Fort de Kock, sebuah benteng peninggalan Belanda. Benteng yang didirikan pada masa pemerintahan Hendrick Merkus de Kock ini dulunya dijadikan tentara Belanda sebagai tempat perlindungan dari gempuran rakyat Minangkabau. Setelah direnovasi, Benteng ini kemudian dijadikan taman kota oleh pemerintah daerah, meskipun begitu bentuk bangunan benteng dan meriam-meriam yang ada disekitarnya masih tetap dipertahankan keberadaannya. Dari Benteng Fort de Kock ini, kita sudah bisa melihat puncak ikon kota Bukittinggi, yaitu Jam Gadang.
Kota Bukittinggi, walaupun udaranya tidak sedingin 13 tahun yang lalu, tapi masih tetap sejuk dan berangin. Pada saat kami datang, Pasar Bukittinggi yang terkenal itu, sedang direnovasi, akibat musibah kebakaran belum lama ini. Tapi hal itu tidak mnegurungkan rombongan emak-emak ini untuk wisata belanja disitu. Kain, baju kurung dan hijab berbordir khas Bukittinggi, masih tetap menjadi incaran kami. Disamping pisang srikaya dan keripik-keripik cemilan khas Bukittinggi.
Sebelum pulang, foto di depan Jam Gadang adalah tetap menjadi suatu keharusan. Be like a tourist, it wont bother! Bertahun-tahun berlalu, sudah banyak tulisan mengenai kemegahan Jam Gadang, pun begitu ia tetaplah menjadi pusat perhatian, baik bagi turis lokal maupun internasional. For your info, Jam Gadang yang dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda ini adalah merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada pejabat sekretaris atau controller kota Bukittinggi. Terimakasih loh Ratu Wilhelmina, hadiahnya masih bisa kita nikmati hingga hari ini. Belum sah ke Padang kalau belum ke Bukittinggi, katanya. Pada saat weekend, pengunjungnya semakin ramai, dan semakin banyak yang berfoto di depannya. Berbagai macam gaya, bahkan sampai jungkir balik sekalipun, demi mendapatkan foto sebagus mungkin. Jangan lupa, sekalian naik bendi, dan biarkan pak kusir bekerja mengendali kuda supaya baik jalannya untuk berkeliling kota yang kecil dan sejuk ini.
Akhir kata, saya persembahkan foto emak-emak yang baru aja kelar belanja di Pasar Atas dan Pasar Bawah Bukittinggi, bersiap2 makan pisang srikaya di perjalanan pulang, dengan hati senang karena baru aja mendapatkan kain berbordir, jilbab berbordir, mukena terbaru dan sepatu merk perancang internasional (yang KW laaaah...) dengan harga lebih miring daripada di ITC Kuningan Jakarta.
Saturday, March 11, 2017
Manado Trip
This is a late post, but I feel that I have to post this. Because not everytime you can get a chance to visit this part of Sulawesi. We go there for 4 days only, but I think it was enough to explored the iconic tourism spots in South Sulawesi.
Day 1 we go directly to the Bunaken Island. After arrived at the airport, checked-in to hotel, then we continued to Bunaken Island by boat. We had a chance to diving and had some snacks by the beach. In the afternoo, we go back to Manado and have some night city tour. On the next day we visited the statue of "God Bless Manado", the iconic statue in Manado. Also we went to Tomohon market, where they provided some extreme cullinary. I wasn't interesting to see them, so I didn't go inside the market, it will be too scary for me. And then we went to Linouw Lake, a beautiful lake surrounding by the hills, with a cold weather. The speciality about this lake is the color of the waterlake can be changing, between yellow, green and blue. We also visited Bukit Kasih. That second day in Manado closed by drinking a cup of coffee at Rumah Kopi Gembira and had dinner by Malalayang beach.
After two days in Manado, we finally got use to the seafood as our daily meals. Seafood is a popular and common cullinary here. Most of the time our meals were seafood, but we also not forget tried the speciality of Manado which is nasi kuning, manado porridge and the famous klappertart. Besides cullinary, we also visit Taman Margasatwa Tandurusa on our third day. Located on the edge of the Lembeh Strait, Bitung, they have some rare animals such as Tarsius, the smallest primata in the world. They also have some big snakes and giant phytons. From Tandurusa we went to Tasik Ria Beach, we had a chance to enjoy the beautiful sunset by the beach. Well, Manado is just such a memorable city, and maybe we should come back someday.
Thursday, March 10, 2016
A Surprise for Qisha's Bday
So today, we have a little surprise for little Quinsha. A little surprise for her birthday.
Hari ini tujuan utama kita adalah ke Ubud dan Tanah Lot. Pertama2 kita melipir dulu di Monkey Forest. Tempat ini sebetulnya dikasih nama Padangtegal Mandala Wisata Wenara Wana atau Sacred Monkey Forest. Tempatnya teduh sih, yaiyalah namapun forest ya, tapi cukup lah dari luar aja, gak perlu masuk. Gak tertarik juga ketemu sama monkey lagi. Dari Monkey Forest kita makan siang di Bebek Joni. Untunglah menunya gak semuanya bebek, ada juga ayamnya, alhamdulillah kenyang makan disitu. Jarang2 kan makan siang dengan pemandangan sawah hijau membentang, nikmatin deh tuh pemandangan yaaa...
Ngerencanain ini beberapa hari sebelumnya. Maksudnya hanya mau ngasih makan siang buat temen-temen sekelasnya aja di sekolah. Gak perlu ada acara tiup lilin segala. Simple aja kok, tapi pasti bikin Qisha senang. Tanya-tanya dulu ke guru kelasnya, kapan waktu yang tepat untuk bagiin makanannya. Gurunya nyaranin pas mereka mau selesai istirahat aja, sekitar pukul sepuluh. Jadilah, ibu kesana sama bapak, sekalian dengan kotakan makan siangnya, hoka-hoka bento aja kok, ditambah beberapa makanan ringan.
Pas ibu sampe di sekolah, mereka baru sedang berbaris hendak masuk kelas. Awalnya Qisha gak sadar kalo ibu ada di sebelahnya, eeeh lama-lama liat juga dia, trus senyum2 sendiri gitu. Kayaknya sih udah ngerasain kalo ibu datang mau bikin kejutan buat dia.
Pas mereka masuk kelas, gurunya langsung nyuruh anak-anak berkumpul trus Qisha disuruh maju ke depan. Gurunya ngasih tau ke anak-anak kalau hari itu Qisha berulangtahun. Setelah itu, anak-anak bergantian mengucapkan selamat ulang tahun ke Qisha, trus mereka baca doa bersama, trus dibagiin deh tuh makan siang dan snacknya. Anak-anak senang, Qisha senang. Memang ya, bahagia itu gampang, melihat anak-anak itu senang udah bahagia banget rasanya.
Eits, masih ada kejutan lainnya buat Qisha, masa cuma itu aja. Sebetulnya, pas tau Ibu masih nungguin dia di depan sekolah untuk pulang bareng sama dia aja, Qisha udah senang banget. Tapi pas tau masih ada kejutan lainnya, tambah senang anaknya. Hari ini, ibu khusus libur ngantor, karena mau ngajak Qisha ke.... KidZania... yeay!! Kado yang dia tungguin dari kapan tau akhirnya kesampean. Entah sejak kapan Qisha udah minta diajak ke Kidzania, tapi ibunya gak sempet2 dan nunda2 terus. Alhamdulillah hari ini kita bisa kesana, puas-puasin ya mainnya my birthday girl.
Friday, April 18, 2014
Quick Getaway to Bali (Day 3)
Last day in Bali, dont wanna leave.. please dont let me leave... dont wanna return to office hours
Hari terakhir di Bali kirain akan sepadat hari pertama dan kedua, eeh ternyata gak. Krn di itinerary kita seharusnya hari ini menjadi harinya kita main watersport. Tapi ternyata hari ini ada perayaan keagamaan di Bali, gak tau apa namannya, yg membuat lokasi watersport ditutup selama acara adat tsb. Peserta kecewa, udah membayangkan akan main itu yg namanya parasailing, banana boat, diving and so on, kepaksa harus puas dgn hanya makan rujak di pinggir pantai Benoa. Oiya kita pilih pantai Benoa sbg tempat kita main watersport. Dan dikarenakan kita agak bingung utk mengganti itinerary, akhirnya kita putuskan utk shopping2 aja di Bali.
Kita balik lagi ke Kuta, shopping2 dikit. Kebanyakan toko2 disitu ya sama aja sih isinya kayak di Jakarta. Harganya juga mirip2. Jadi yg mau belanja2 silahkan, yg mau liat2 aja juga ya silahkan. Sementara kita liat2 toko, Def sama Om Stanley dan Om Jonson memilih nungguin di pantai Kuta. Sepertinya mereka asyik juga tuh, ngemil2 cantik aja di Kuta bertigaan, serasa turis beneran.
Habis dari Kuta, kita ke pusat souvenir khas Bali di Krishna dan toko baju kaos Joger. Lumayan lama kita lihat2 disana, cukup lama buat merusak isi dompet. Sementara jadwal pesawat kita balik ke Jakarta masih nanti malam, tapi jam 5 sore kita udah sampe di airport.
And suddenly the quick getaway to Bali is over!
Kita (well only Def and me) sempet makan malam dulu di airport, pas banget abis itu pesawat kita datang. Baru ini kita naik pesawat malam loh, biasanya paling sore kita naik yang jam setengah enam gitu. Alhamdulillah pas jam 10 malam kita sampai di Jakarta, trus lanjut naik bis Damri dan dijemput lagi sama bapak di terminal. Oooh... kangennya sama Qisha! Sayangnya Qisha udah gak bisa nahan kantuk, padahal kata Oma si cantik dari tadi sore udah nungguin ibu sama kakak pulang. We miss you so much princess! Next time kita perginya bareng2 ya sayang, sabar ya, amin.
Thursday, April 17, 2014
Quick Getaway to Bali (Day 2)
Day 2, first stop will be Kuta Beach. Hello the beach and hello mr. sunshine! Kita masih pagi pas sampai di Kuta, pantainya masih gak terlalu rame. Gak berlama2 juga di Kuta, kita lanjut ke Ground Zero Monument, eh trus knp jadi sedih gini ya pas di monument ini dan liat nama2 korban di monumennya. Jadi keinget peristiwa pengeboman di Sari Club dan Paddy's Cafe tahun 2002 silam.
Setelah perut kenyang, kita lanjut ke Tegalalang Rice Terrrace. Disinilah tempat yg mungkin gak bakalan kita lupain seumur hidup, krn kita dibikin sungguh ngos2an saat kita ikutin jalur sawahnya. Oh my, ini knp kita gak nyampe2 ya, perasaan naik turun dan muter2 terus. Alhamdulillah selama itu pula Def aman2 aja, gak jatuh atau terpeleset sedikitnpun, dan gak ngeluh juga loh. Om Stanley juga gak ada capeknya untuk terus2an photo2in kita, jadi biar kata lagi ngos2an, harus tetap senyum lebar buat photo. Itu treknya mungkin sebetulnya jauh ya, tapi krn kita rame2 dan terus2an ketawa2 minta ampun supaya berhenti sejenak, jadinya gak kerasa jauh. Lupa juga ngitungin berapa lama sebetulnya kita jalan, mungkin hampir 1 jam ada kali. Tapi view-nya memang keren, sawah bertingkat2 yg terkenal sedunia ini udah kita lewatin. Keren.
Kelar ngos2an, kita mampir sebentar di Pasar Seni Sukowati. Niatnya memang cuman mau bener2 sebentar, tapi kok ya jadinya lama juga ya. Niatnya pun gak mau beli apa2, tapi pas balik2 ke mobil kok semuanya pada bawa barang belanjaan. Pasar ini sungguh menggoda. Untungnya kita memang cuman dikasih waktu sejam sama Pak Made, krn kita masih harus ngejar sunset di Tanah Lot. Kalau kelamaan di pasar, gak kebagian nonton sunset dong kita.
Pas banget kita sampai di Tanah Lot pukul 5 sore. Langsung cari tempat yang enak buat menikmati sunset. Oh yes, the sunset is beautiful. Harusnya selesai nonton sunset kita bisa menikmati pertunjukan tari kecak, tapi bukannya gak mau tapi perut udah teriak2 minta diisi lagi. Jadi kita kepaksa keluar dari Tanah Lot dan nyari tempat makan malam. Rute balik ke parkiran ternyata beda dgn rute kita masuk tadi. Tapi tetep aja sama2 banyak orang yg jualan di kanan kirinya. Akibatnya kita yg cewek2 banyak berhentinya dong. Tau2 sadar kalo Def udah gak ada di dekat kita, waduh gawat kalo nyasar nih anak. Langsung buru2 telpon ke pak Made, dan alhamdulillah Def memang udah sampai duluan di sana.
Makan malam kita kali ini di Bale Udang Mang Engking di daerah Kuta. Makanannya udah pasti ala sunda dan rasanya lumayan enak, sesuai sama harganya kok. Selesai makan malam kita balik ke hotel, gempor dong kakaaaa... Tapi gak buat yang cowok2 ya, abis drop kita di hotel mereka ke club lagi dong. Sedangkan Def sama seperti malam pertama, langsung tidur nyenyak senyenyak-nyenyaknya. Def keeps his promise to follow our itinerary without any complaining. Well, except he insisted us to let him sit in the front seat the car, and for us that's not a big deal, none of us interested to sit infront anyway. Thanks for being so nice my boy, I was so happy that I can took you along with us for this trip.
Wednesday, April 16, 2014
Quick Getaway to Bali (Day 1)
Don't forget, this trip will be a surprise trip for Def. I hope he will found out the place where will we visit when we got there. But you can't do it to this smart kid. He soon found out the secret place when we waiting the jet plane. We can't stop the persons who receive our boarding pass. "Are we going to Bali, Mom?" Def asked with his wide and happy eyes. He is more excited, not because Bali is a famous island, but because we will fly across the island.
Hal pertama yg kita lakukan setelah touch down in Bali adalah langsung menuju hotel yg udah kita pesen via pegipegi dan menitipkan barang2 kita berhubung kita belum bisa check-in. Di bandara kita udah dijemput sama pak Made. Transport kita selama di Bali adalah mobil ELF yg disetirin pak Made tadi. Sewanya 730rb incl fuel + driver, utk pemakaian 10 jam per hari.Setelah itu kita langsung makan siang di rumah makan nasi tempong apalah itu namanya lupa, pokoknya enak lah makanannya. S Kelar makan siang kita langsung menuju daftar pertama dari itinerary kita, ohyes we have the itinerary, which is to GBK. Panasnya sinar matahari gak bisa menghalangi kita utk poto2 di setiap sudut GBK. Kelar dari GBK lanjut menuju ke Pantai Pandawa.
Pantai Pandawa indah banget siiiihhh... Dari awal kita masuk wilayah Pandawa aja udah keren banget view-nya, ditambah tebing2 putih yang tinggi2. Langitnya biru, pantainya biru, pasirnya putih, sayangnya hawanya masih aja panas banget sih. Pengennya sih lama2 di situ, tapi destinasi selanjutnya udah nungguin.
Uluwatu it is. This place remind me a lot of "Twilight" movie. The scene where Bella jumped from the high cliff, and meet Edwards in the sea. Oh my... kenapa ingetnya jadi film itu ya... Di Uluwatu ini kita sudah diperingatkan mengenai monyet2 yg iseng ambil barang2 kita. Yg paling ditakutin kalo tuh monyet ngambil kacamata kita, apalagi kacamatanya Def. Tapi tnyata monyet itu lebih tertarik nyomot sendal mahal nya Yanti. Hikmahnya adalah Yanti jadi beli sendal baru di Uluwatu, dan yg lain pun ikut2an beli sendal.
Sesuai itineray, hari pertama kita di Bali akan berakhir dgn makan malam ditemani sunset di Jimbaran. Mari kita makan seafood. Maunya ke Menega tapi penuh ajee... jadi kita ke sebelah2nya, enak juga kok makanannya. Alhamdulillah Def juga bisa menikmati makan malam walaupun dia gak begitu suka seafood. Lumayan lama kita di Jimbaran, kira-kira balik ke hotel udah jam 9 malam. Baru kerasa betapa pegelnya nih betis jalan seharian, ngantuknya juga udah gak tahan. Def masih sempet photo2 dulu di dalam kamar hotel buat dikirim ke Bapak, setelah akhirnya kita tepar bareng. Oiya kita booking hotel Pondok Sari di daerah Kuta, hotelnya gak terlalu kecil sih, tapi ada kolam renangnya dan ternyata kamarnya nyaman dan lengkap pula. Dapat harganya pun murah banget kita, 200rb aja permalam. Tapi sarapannya gak enak. Cuma ada pilihan mau nasi yg sudah dibungkus daun pisang, isinya nasi sama ayam goreng disuwir2, telor separo sama tempe orek deh. Kalau gak mau nasi bisa pilih croissant. Sbg org endosah yg baik dan benar tentu aja kita milih nasi dong. Def gak suka nasinya, tapi kepaksa dimakan juga walaupun sedikit krn gak ada pilihan lain daripada nanti kelaparan. Secara keseluruhan sih okelah hotelnya, untuk kita yg akan jalan2 seharian dan hanya numpang tidur dan mandi doang, hotel begini udah oke banget. Gpp kok kalo next time nginep di sini lagi.
Tuesday, April 15, 2014
Quick Getaway to Bali - Prologue
Yes, it is a quick getaway!.
Quick means not only because we stayed there for three days only, but also because we only stopped by one minute in every place.
Kali ini acaranya bareng temen2 kantor, dan sebetulnya rencana jalan-jalan singkat ke Bali ini udah lama, udah kita omongin sejak akhir tahun lalu. Tapi kita gak ketemu2 sama tanggal yg pas dimana semuanya bisa berangkat, yg artinya harus ambil cuti kantor berbarengan. Setelah berkali2 ngobrol, chatting, email2an, akhirnya dapetlah tgl 12-14 April ini. Itupun ibu sempet minta mundurin seminggu lagi krn pas tgl segitu biasanya ibu pas lagi ada deadline utk payroll. Tapi temen2 ngeyakinin kalo ibu pasti bisa selesain di tgl 11 sblm berangkat. Memang sih, akhirnya ibu mulai ngerjain payroll jauh lebih awal dari biasanya. Kalo biasanya ibu mulai kerjain tgl 8-an, kali ini dari tgl 1 udah mulai dicicil, demi ya demi bisa jalan2 ke Bali..
Tiket pun udh diissue dari bulan Februari, and lucky for us, we got the promo ticket. Total yg berangkat ada 8 orang, tambah 1 anak2. Yey, my Daffa will join with us. Memang sih ibu udah pasti kepikiran gak enak kalo misalnya jalan2 sendiri aja tanpa keluarga, kasihan kan kalau Daffa dan Qisha gak bisa ikutan. Dan mengingat itinerary kita sangat padat, ibu gak mungkin ajak Qisha, pasti kecapekan dia ntar. Pas ngajak Daffa pun itu udah ditanyain dulu ke anaknya, apakah kira2 dia sanggup jalan2 terus, pergi pagi dan balik laginya malam. Daffa pun menyanggupi asalkan trip-nya bukan naik turun gunung seperti di film "5CM", kalo naik turun mobil dia masih sanggup. That's my boy!
Oya satu lagi, jalan2 ke Bali ini sebetulnya surprise buat Daffa, sebagai salah satu kado ulangtahunnya. Namanya juga kado, jd gak boleh dikasih tau dulu dong isinya apa. Ibu cuman bilang kalo kita mau jalan2 bareng temen kantor ibu, gak dikasih tau ke dia nama lokasi tempat tujuan kita, tapi yg pasti acaranya bakalan padat, pergi pagi2 sampai malam. Daffa penasaran banget pengen tau kita mau pergi kemana. Daffa memohon2 supaya ibu kasih tau nama tempatnya. Akhirnya ibu kasih clue kalo tempat tujuan kita adalah pantai, dan huruf tengahnya ada huruf "A" nya. Macem2 tebakan yg keluar dari mulut Daffa, mulai dari Ancol, Anyer sampaaaiii Pantai Indah Kapuk. Well, keep guessing boy, you will find out when you get there.
Seminggu sebelum hari H, tiba2 aja Daffa kasih tau kalau dia gak jadi ikutan sama ibu jalan2, krn dia ada acara PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) di sekolahnya. Kalau dia gak ikut PERSAMI maka resikonya dia bisa gak naik kelas. Oh my God, kenapa baru sekarang sih sekolahannya kasih tau kalau ada acara beginian, di kalender tahunan sekolahnya pun gak ada jadwal Persami kok. Knp ibu pilih bulan April utk ke Bali, pertimbangannya adalah Daffa udah selesai Ulangan Tengah Semester, dan selain itu gak ada jadwal lain di bulan April, kecuali outing, yg gak mungkin dilaksanakan pada hari weekend. Ibu bener2 mau marah deh sama sekolahnya. Akhirnya besokannya ibu ditemenin Bapak datang ke sekolah, untuk minta ijin langsung ke guru Pramuka-nya Daffa. Tnyata gak masalah Daffa gak ikutan, krn ini kan extrakurikuler. Resikonya adalah dia tidak naik ke tingkat Penggalang, jadi masih di tingkat Siaga, tapi belajarnya tetap sama bareng2 dengan temen2nya. Langsung lega deh kita. Tinggal membujuk Daffa utk merelakan gak ikut Persami, yg awal2nya sangat ditentang sama dia. Tapi akhirnya Daffa ikhlas juga, insyaallah tahun depan Daffa gak ada halangan lagi utk ikut Persami.!
Akhirnya hari yg kita ibu tungguin dari sejak dua bulan lalu tiba juga. Ibu senewen, Daffa juga. Ibu senewen krn takut mau ninggalin Qisha. Sedangkan Daffa senewen krn terlalu excited mau pergi ke tempat yg dia sendiri belum tau namanya. Daffa gak bisa tidur krn mikirin hal tsb, dia baru tertidur sekitar jam 12 malam. Sdgkan ibu baru tidur sejam kemudian krn harus siapin 3 hadiah buat Qisha selama ibu tinggal. Oh yes, I prepare one gift for one day for my lil princess, as a replacement for my unpresence by her side. I have one pack of new Lego for girls, two sets goodie bag contains of coloring books, girls magazine and fave snack. Hope she'll like it and will not mad at me for leaving her to Bali!
Baru tidur sebentar, udah bangun lagi dong, secara kita harus sudah ready di terminal bis Rawamangun pukul 04.30 pagi. Hell yeah! Tidur pukul 01.00, bangun pukul 03.30, udah kayak apa itu ngantuknya, berharap bisa lanjut tidur di bis Damri. Oiya, kita memang janjian di terminal bis Rawamangun. Pas banget kita baru masuk mobil mau ke terminal bis dianter sama Bapak, loh kok tumben2an anak kecil bangun. Tau2 aja Qisha lari ke depan pintu dan nangis kenceng. Yaampun, kayak tau aja kalo bakal ditinggal. Ninggalin Qisha lagi nangis kenceng gitu, rasanya sakit hati banget, gak tega banget sebetulnya, tapi kalo kita layanin dia dulu udah pasti ketinggalan bis. Apa boleh buat, kita tinggalin Qisha pas lagi dipeluk dan ditenangin sama Oma, dan berdoa semoga Qisha segera bobo lagi dan berharap tadi itu dia kebangun cuman krn mimpi aja. Maafin ibu sama kakak ya Qisha, lain kali Qisha pasti bisa ikut sama kita ya sayang.
Lima menit kemudian, iya lima menit, pukul 04.35 jalanan bener2 sepi, kita sampe di terminal bis Rawamangun. Dari jauh kelihatan Fitrah dan Pak Stanley sedang nurunin bagasi dari mobilnya Fitrah. Tanpa basa basi, tentunya setelah say goodbye sama si bapak, kita langsung naik bis Damri paling depan. Bis nya udah penuh, kita dapat duduk paling belakang, itupun duduknya pisah2. Tapi Def msh dpt duduk di depan ibu. Bis langsung berangkat, seiring dgn kedengerannya Fitrah manggil2 agak panik, Lucky sama Emma belum ada di dalam bis. Oh well, langsung ibu hubungi mrk yg kebetulan lagi di kosannya Emma, ditelpon dan di bbm pun gak ada jawaban. Lagipula bis udah jalan, mereka akan naik bis dibelakang kita, semoga aja gak ketinggalan. Ketika kita sampai di bandara 30 menit kemudian, selang 1 menit kemudian muncullah Randy dan Yanti. Kita pun serempak pasang status baru di path, "at Soekarno-Hatta Airport, Tangerang". Satu menit kemudian, muncul status dari Lucky "Awake in East Jakarta". Lucky sama Emma, baru bangun bobo ketika kita udah siap2 check in di airport.
Saturday, March 1, 2014
City Tour Jakarta
Ada yang baru nih di Jakarta, bis tingkat wisata keliling kota Jakarta, City Tour Jakarta. Kebetulan weekend ini si Bapak so busy sampai2 harus lembur di kantor. Jadi ibunya bertugas ngajak anak-anak jalan-jalan. Dan sebagai emak-emak irit, selalu tergerak utk nyobain segala sesuatu yang gratis. Yup, this city tour Jakarta is free for you everyone.
Bisnya sendiri bagus, bersih, nyaman, ber-AC, ada tour guide-nya yg jelasin ke kita nama-nama tempat yg kita lewati berikut sejarahnya dan (sekali lagi) gratis. Tapi jumlah armadanya masih sedikit, baru 10 bis, jadi lumayan lama kita nunggu dapet bisnya, krn di dalam bis gak boleh ada yg berdiri. Begitu semua tempat duduk sudah terisi, maka bis pun tutup pintu dan berangkat. Sayangnya rute yang dilalui oleh city tour ini gak terlalu banyak, hanya mengelilingi Thamrin, Monas, Pasar Baru, Mesjid Istiqlal, trus balik lagi ke Thamrin. Kita naik dari depan Plaza Indonesia. Bisnya sih berhenti di setiap halte yang ada rambu2 tulisan "City Tour" nya, tapi karena kita niatnya mau keliling naik bis tingkat ini, ya kita berhentinya di halte Plaza Indonesia lagi.
Ternyata pas udah selesai satu putaran, Def sama Qisha minta naik satu putaran lagi. Msh belum puas nyobain bis city tour ini katanya. Dipikir2 iya juga sih, udah antrinya lumayan lama, masa naiknya cuma sekali aja. Dan ternyata, kalau masih mau ikut keliling, kita gak perlu turun bis dan antri lagi, jadi boleh langsung ikut lagi. Oke, one more round to go kiddos....
Di putaran kedua ini, Def masih semangat liat2, dan bertanya ini itu. Sementara Qisha udah mulai banyak diem, tanda2 ngantuk nih. Pas di depan Monas mau balik lagi ke Sudirman, Qisha pun akhirnya tepar, gak bisa lagi nahan kantuk. Kita sampai di halte Plaza Indonesia pas jam 6 sore, dan ternyata itu tadi adalah jadwal bis city tour yang terakhir. Jam operasional mrk hanya dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore pada saat hari kerja, dan jam 12 siang sampai jam 6 sore pada saat weekend. Jadi kita memang harus menyudahi acara keliling2 naik bis wisata tsb. Cobaan terberat ibu adalah, menggendong Qisha yg lagi bobo nyenyak, turun dari lantai atas bis, trus lanjut jalan kaki ke Grand Indonesia, secara kita janjian sama Bapak ketemuan di situ. Qisha tidurnya bener2 nyenyak, terbukti berat badannya nambah dua kali lipat hihihiiii... Overall, keliling kota Jakarta naik bis City Tour ini menyenangkan kok, in fact, it was a new adventure and experience for the kiddos. If they are happy, what else we would as for?....
Friday, January 3, 2014
Giggle - MKG3
Kita udah pernah coba main di Giggle yang Di FX, sekarang mereka buka di Mall Kelapa Gading 3 dan konsepnya outdoor. Berhubung ibu masih males masuk ngantor setelah cuti tahun baruan (texted my boss in the morning while still on the bed, pls excuse to extend my leave ya, boss), jadi mari playtime pertama kita di tahun 2014 ini kita mulai di Giggle MKG3. Hari ini kakak Naura pergi berenang di Snow Bay bareng temennya Om Mel, kasian juga kalau Def sama Qisha di rumah aja. .
Sayangnya pas kita kesana playground-nya masih belum selesai dibangun, jadi kita cuman bisa main mobil-mobilan aja, carrousel sama waterplaygorund. Tapi anak2 seneng banget di waterplaygorund-nya, bolak balik keluar masuk, susah banget disuruh udahan dan nagih minta kesana lagi kapan2. Di Giggle MKG3 ini, ada garansi boleh main lagi tanpa bayar kalau ditengah2 permainan ternyata turun hujan, hihihiiii, lumayan lah, jadi gak berasa rugi. Well, Giggle is never fail for my kiddos..
Saturday, August 17, 2013
Holiday in Yogyakarta (Day 1)
Lebaran, anak2 libur lagi selama 2 minggu. Tadinya gak ada rencana mau keluar kota, liburan di Jakarta aja. Tapi si Oma tau2 kepengen ke Yogya. Omaaaa, knp gak bilang dari kemaren, tiketnya kan skrg udah mahal Omaaaa......
Begitu denger oma minta ke Yogya, Def langsung nyerobot request naik kereta. Secara dari awal, qta memang janjiin ke Def bahwa libur Lebaran qta akan jalan2 naik kereta, entah ke Bandung, ke Bogor, ke Kota, pokoknya naik kereta. Akhirnya diputuskanlah secara cepat, oke qita akan ke Yogya perginya naik kereta, pulangnya naik pesawat. Def setuju, Oma setuju, Qisha setuju. Bapak yg gak setuju, krn gak mau keluar cost tambah banyak, krn tiba2 ibu ngusulin pengen ikut hihihihiiii.....
Harga kerete Argo Dwipangga pasca Lebaran ternyata lebih mahal dari biasanya. Itupun qta dapat kereta tambahan, harganya 250rb per orang. Yg jadi masalah adalah tiket pulangnya, krn qta rencana balik adalah hari Jumat, dimana hari terakhir libur Lebaran, berarti barengan sama org2 balik dari mudik. Tiket pesawat full dan harganya gak asik. Eeeits, tiba2 masih ada yg namanya Citilink, harganya lumayan asik, 350rb aja per orang. Mari qta booking dan terbang bersama Citilink.
Qta pun berangkat tgl 12 Agustus, di saat stasiun Gambir udah sepi dari pemudik. Dan naik kereta itu memang selalu menyenangkan. Begitupun buat Def yg udh pernah naik kereta, dan buat Qisha yg baru pertamakalinya. I always love travelling by train. I really enjoy every moment with it. I enjoy reading a book in the train, I enjoy watching the scenery over the window, I enjoy listening to the music on my ears, especially enjoy watching the sunset over the field. Tapi travelling bersama dua anak kecil yg gak mau duduk diam mengubah semuanya. Def dan Qisha bolak balik tukeran tempat duduk, bolak balik ke toilet, bolak balik minta cemilan. It just one hour trip but I felt dizzy alredy. Pening ngeliat dua anak yg mondar mandir terus. Pdhal semua perbekalan udah komplit. Majalah2 baru, tablet dgn full batre, segala macem cemilan, cuman bisa bikin mrk duduk manis sesaat. Boleh dibilang, ini pertamakalinya ibu naik kereta tanpa bisa menikmati perjalanannya.
.
Sampe di stasiun Tugu sekitar pukul 5 sore. Udah lama gak naik kereta, ternyata ada peraturan baru dimana pengantar dan penjemput gak boleh masuk ke dalam stasiun. Peraturan baru yg sungguh2 gak menguntungkan buat emak2 yg travelling bareng dua anak kecil dan barang bawaan segambreng. Ditambah lagi si anak kicik bobo satu jam sebelum sampe di stasiun, dan gak mau dibangunin pas sampe. Jadilah ibu kepaksa ngegendong si anak kicik, sembari geret2 koper, ransel di punggung, sementara barang bawaan lain dilimpahkan ke Oma dan Def. Anak kecil itu ya, kalo lagi bobo trus qta gendong, berat badannya otomatis naik dua kali lipat. No kidding, I'm telling you the truth. Dan mana stasiun tugu ini udah berubah sejak terakhir kali ibu kesini. Skrg mereka punya dua pintu keluar, ibu gak tau pintu keluar mana yg bener, mrk cuman bisa kasih info pintu utara itu ada di utara dan selatan. Helllooooo.... begitulah penunjuk arah di Yogya, ngikutin arah mata angin. Dikira qta ini keluarga pendaki gunung kali ya. Ibu pun gak tau pintu keluar mana yg harus diambil, qta ambil yg terdekat aja, yg ternyata pintu keluar itu mirip dgn yg ada di Stasiun Senen, di basement gitu. Jadi ya, sambil ngegendong si Qisha yg lagi bobo, ngegeret koper dan tentengan lainnya, ransel tetep di punggung, mari kita turun naik melewati basement. Def, as usual, punya ide yg menurutnya brillian, yaitu meluncurkan segambreng tentengannya melewatin seluncuran, yg harusnya adalah utk koper beroda, yg berakibat isinya mjd amburadul. Nih anak, idenya sih emang brillian, tapi lagi gak cocok buat tentengannya.
Untungnya pas keluar dari lorong basement tadi, qta muncul di pintu keluar yg bener, artinya Om Mel dan Naura memang nunggunya di situ. Gak kebayang rempongnya kalo tnyata qta salah pintu keluar.
Dari stasiun, Om Mel langsung ngajak qta makan malam di restoran ala Sunda gitu. Nama restorannya lupa, yg pasti restorannya luas, banyak pilihan tempat duduk, mau yg indoor, outdoor, duduk pakai kursi atau lesehan, di dekat taman ataupun di pinggir danau. Qta pilih duduk lesehan di sebuah saung di pinggir danau. Def, Qisha dan Naura seketika langsung akrab, langsung main bareng di playground. Tambah sumringah ketika duduk di saung dan boleh kasih makan ikan2 besar di danaunya. Qisha memang paling seneng sama binatang, apalagi kalo disuruh kasih makan binatang, seneng banget dia. Selesai makan qta pun langsung pulang, melepaskan rasa kangen sama rumahnya Om Mel yg nyaman. Hanya satu yg bikin ibu terkejut malam itu, yaitu...
Monday, July 8, 2013
Bandung Getaway - Jalan Braga
Day two in Novotel Bandung..
Pagi2, sesuai yg kita pesen sehari sebelumnya, orderan breakfast kita datang tepat waktu, jam 8 pagi. Its breakfast in the room. Sarapannya enak, coklatnya enak, buah2annya enak, apasih yg gak enak buat ibu. Kelar sarapan, Def sama Qisha langsung ganti baju renang, gak sabar pengen berenang. Kolam renangnya memang kecil sih, tapi cukuplah buat anak2 berenang. Anak2 gak peduli seberapa besar kolam renangnya, yang penting mereka bisa main air sepuasnya..
Kelar berenang, kita siap2 check-out dan makan siang di restoran sunda, pas banget letaknya di depan hotel. Trus lanjut menuntaskan misi utama ibu ke Bandung kali ini, nengokin Jalan Braga. Saking cintanya sama "Madre", ibu segitu pengennya ngeliat langsung lokasi shooting filmya..
Daaan, gak tau kenapa, ibu seneng banget pas ngeliat tuh gedung kuno bercat putih menjulang, lengkap dengan jendelanya yg besar. Itu dia gedung yg dipake utk jadi pabrik rotinya Tan de Baker. Ibu langsung gak sabar utk photo2, dari berbagai sudut. Pertama2 si Def yg jadi tukang photonya, berhubung Bapak harus nungguin Qisha yg lagi tidur di mobil. Tapi kyknya Bapak pun penasaran pengen ikutan turun, dan posisi Def pun diambil alih sama si Bapak. Di sekitar situ pun, banyak anak2 muda yg lagi photo2 gitu. Bahkan mrk pakai kamera yg lebih canggih drpd kamera ibu. Peralatannya lengkap cyin, pake tripod dan laptop segala. Deket parkiran mobil kita malah ada yg lagi bikin video clip, gak tau tuh video clip apaan. Oh jadi, jalan Braga ini tempatnya anak2 muda di Bandung bikin proyek ya, baru tau. Pokoknya tiba2 kerasa lagi ada di daerah penuh dgn seniman gitu deh...
Selain gedung pabriknya Tan de Baker, ibu juga photo2 di cafe tempat Tansen dan Mei ngopi2. Yg gak ketemu cuman warnet tempat Tansen nulis blognya "Sang Pencari Ombak". Udah dibongkar kali ya tuh settingannya. Gak masalah, ibu udah puas banget bs sampe ke lokasi ini, terbayar sudah segala rasa penasaran ini...
Selesai dari Jalan Braga, pas banget si anak kicik bangun. Qta ngemil2 lagi di Batagor Riri, trus lanjut ke Rumah Mode, walaupun cuman dapet satu baju buat Qisha, tapi udah lega krn misi ibu kali ini tuntas semua...
Subscribe to:
Posts (Atom)















































